cerpen persahabatan
Gadis itu berjalan kesana kemari, sesekali menyingkap lengan bajunya. melihat jam merah jambu yang melekat manis di lengannya. Sesekali ia membuka ponsel bututnya, Tak jarang ia melamun. Kemudian dia duduk termenung, ia tampak gelisah.. Entah siapa yang sedang di tunggunya di bandara itu sendiri. sepertinya orang yang begitu penting dalam hidupnya.
Desember 2008,
Aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar