Kepada semilir angin yang membuatku selalu mengingat bagaimana sejuknya rerintik hujan yang menyapu seluruh ruang rindu dalam peradaban yang berbeda..
Tidakkah mampu kau sampaikan kembali, bagaimana segumpal rindu ini tiba-tiba menyerangku dengan membabi butanya. Ia buyarkan aroma wewangian itu dalam butiran rintik hujan yang tanpa sengaja angin menyentuhnya dengan begitu manja.
Bagaimana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar