Selasa, 03 Januari 2012

Dua Puluh Dua




Udara
malam berhembus terlalu cepat, pagi semangat mengusir malam yang masih
menyelimutiku dalam hangatnya yang tak dapat kulukiskan dalam bentuk
apapun. Di sebuah desa terpencil yang dingin aku masih saja merasakan
kehangatan yang tak tertandingi oleh apapun, Cinta.

Rasanya..
Aku tak ingin berlama-lama tinggal di dalam ruangan ini, penuh sesak
dan membuatku tak bebas bergerak. Aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar