Seperti percik api yang begitu saja mampu menyala menjadi bara..
membakar semua yang tak ingin ku sampaikan..
genangan air mata ini belum terlalu penuh Ya Tuhanku..
masih terlalu sedikit aku menangis karenamu..
masih mampu aku menghidtung berapa banyak aku mengucap syukur padamu..
aku telah membayangkan..
nyawa ini tak berada pada raganya..
seperti pengantin di malam pertama..
Lupa Lupa Lupa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar